Sunday, 8 January 2023

Mimpi Yang Berakhir Celaka (part - 2



* Part 2_ Mimpi Yang Berakhir Celaka Pada Cerita Sebelum nya' Rojak Terakhir Kalinya Mendapatkan Seorang Pemuda Yang Mau Bekerja Untuk Menggali Sumur Tua Seperti Dalam Mimpi nya Tersebut.


 Akan Tetapi Belum Juga Tercapai, Dan Si Pemuda Memutuskan Untuk Berhenti Yang Akhirnya Gagal Dalam Pencapaian Mimpinya Rojak Selama Ini.


 'Dalam Cerita Kali Ini Rojak Pun Memutuskan Untuk Turun Sendiri Kedalam Sumur Tua Tersebut Dan Menggali nya Sendiri. 

 ' Dihari Jumat Legi Saat Matahari Mulai Terbit Dari Timur, Rojak Pun Sudah Mulai Mempersiapkan Segalanya' Dari Cangkul Garpu Hingga Linggis. Sembari Menikmati Segelas Kopi Dan Singkong Rebus',,

" Ia Menatap Jam Sudah Menunjukkan Pukul 08.15 , ,,,

 Kemudian Rojak Pun Bersiap Berangkat Menuju Lokasi Sumur Tua Yang Terletak Ditengah Hutan. 


  "25 Menit Berjalan Menyusuri Jalanan Setapak, Akhirnya Sampai lah Rojak Ke Sumur Tua Tersebut.

 'Setelah Sampai Sumur Tua Tersebut Rojak Pun Langsung Turun Kebawah', Menggunakan Tali Yang Diikatkan Ke Penggerak Roda,,,

 Sesampainya Dibawah Rojak Pun Mulai Menggali Mengunakan Cangkul. 


 Meskipun Keanehan-Keanehan Dari Dalam Sumur Mulai Muncul, Tak Membuat Rojak Bergeming Dan Menghentikan Penggalian.


 'Tekad Dan Kemauan Keras Lah', Yang Membuatnya Semakin Menggerakan Cangkulnya Lebih Dalam Lagi, Ia Sangat Ingin Membuktikan Bahwa Mimpinya Itu Benar Terbukti Adanya. 

' Sebenarnya Semalam ia Bermimpi Lagi Bahwa Apa Yang Ia Cari Didalam Sumur Tua Tersebut Ada Sosok Makhluk Yang Menjaganya'. 


 Akan Tetapi Karena Tekad Dan Kemauannya Untuk Membuktikan Kepada Semua Orang ia Tidak Menghiraukan Itu Semua. Benar Saja', Sumur Tua Yang Sedang Digali Rojak Seakan-akan Memberikan Suatu Reaksi Yang Mengerikan.?? Sosok Makhluk Aneh Dan Menyeramkan Yang Selama ini Menjaga Sumur Tua Tersebut Marah Dan Murka.!!! 


 Sosok Penunggu Sumur Tua Tersebut Lalu Menyerang Rojak Yang Sudah Nekat Menggali itu, Dengan Ketakutan nya Sembari Sedikit Tenaganya Yang Tersisa' , Rojak Pun Melawannya.!! 'Akan Tetapi Kekuatan Sosok Penunggu Sumur Tua Tersebut Sepertinya Tidak Berkurang Bahkan Bertambah Semakin Ganas'...

 
Sumur tua
 
  

 " Hingga Membuat Rojak Kewalahan Dan akhirnya dia pun Tak Berdaya Melawan nya' Rojak Pun Terkapar Dengan karena tenaga nya sudah tidak ada lagi yang tersisa , Kemudian rojak Akhirnya Meninggal Didalam Sumur Tua Tersebut karena kehabisan nafasnya..

" Selesai......


 * Disclaimer : Carita yang dikisahkan di dalamnya semua hanyalah berdasarkan karang an fiksi yang dirangkum sedemikian rupa menjadi sebuah cerpen,,,

Nama tokoh maupun lokasi yang terpisah kan jika ada kesamaan ' , , kami dari tim tidak di sengaja dan menunggu masukan kritik saran kepada kami,, sehingga kedepannya bisa semakin lebih baik lagii.

 " Terima kasih atas kunjungannya,🎉🎊

Saturday, 7 January 2023

Mimpi Yang Berakhir Celaka



* Disclaimer : Apabila Terdapat Nama, Tempat Kejadian Ataupun Cerita Yang Bersamaan Hanyalah Sebuah Kebetulan Belaka Karena Semua Dalam Cerita ini Adalah Fiksi.



  "Rojak Sebenarnya Bukan Sosok Seorang Pemuda Yang Tangguh Dan Berpendidikan Tinggi. 

 'Berhubungan Rasa Percaya Diri Yang Berawal Dari Mimpi nya', Rojak Berkeinginan Untuk Segera Menjadi Sosok Yang Dikagumi.


 Ia Tidak Gentar Melawan Segala Rintangan Yang Mungkin Nanti Akan Ia Hadapi Terlebih Sesuatu Yang Nantinya Akan ia Lakukan. 

'  Ia Yakin Betul Dengan Mimpinya Itu Akan Membuat Dikagumi Semua Orang' Terlebih Dengan Wulan, Gadis Desa Yang Siapapun Melihat nya Akan Terpesona Dengan Kecantikan Bahkan Kebaikannya.

 Singkat Cerita Mimpi Yang Rojak Yakini Adalah Ada Sebuah Peninggalan Disuatu Sumur Tua, Yang Mengharuskan Rojak Untuk Menggali Terlebih Dahulu.


 " Rojak Kemudian Pergi Untuk Mencari Siapa Yang Mau Bekerja Dengannya' Lalu Dia Bertemu Dengan Pak Supri'. 

 Ditawarkan kan Pekerjaan Untuk Menggali Tanah Disuatu Tempat Ditengah Hutan Sebuah Sumur Tua, Walaupun Pak Supri Sudah Terbiasa Bekerja Menggali Sumur' Akan Tetapi Pak Supri Teringat Desas-desus Bahwa Rojak Melakukan Ritual Pesugihan,,

 'Maka lantas Pak Supri Pun Menolaknya'.

 Dengan Penuh Memelas' Rojak Pun Terus Merayunya, Ayo Lha Pak Supri.. Tolonglah Pak', Menggali nya Tidak Terlalu Dalam Pak' Mungkin 1-2 Meter Saja.


 Palingan Setengah Hari Selesai Pak Supri,ucap Rojak ke pak Supri 

 Ok'.. Berapa Bayaran Yang Pak Supri Minta Akan Kuberikan. Timpal Rojak kembali' 

Namun Tetap Saja Pak Supri Tidak Menjawab Satu Kata Pun Hanya Terdiam Membisu Dan Terpikirkan Hal-hal Yang Mungkin Akan Berakhir Buruk Nantinya. 

 Akan Tetapi Rojak Pun Masih Terus Merayunya' Ayo Pak'..?? Berapa Yang Pak Supri Minta, Akan Kuberikan Jika Nanti Selesai Menggali Tanah nya, Akan Kuberikan Lebih Bahkan Jika Pak Supri Menerima Pekerjaan ini. Dengan Nada Halus..


 Pak Supri Pun Akhirnya Menolak' 

 " Rasanya Saya Tidak Mampu Melakukan nya Mas Rojak'.

 Kenapa Pak Supri?? Sahut Rojak Kepada Pak Supri, Lalu Pak supri Menjawab nya' Tenagaku Sudah Tidak Seperti dulu lagi. Ucap Pak Supri Memberikan alasannya Ke Rojak.

" Akhh.... Gak Percaya Sahut Rojak'.!! 

'  Iya Mas Rojak'..Timpal Pak Supri, 'Tangan Ini Sudah Tidak Sekuat Dulu Lagi, Jawab Pak Supri. 


 Lebih Baik Mas Rojak Cari Yang Lain Saja' Yang Tenaganya Masih Muda. 

 Kemudian RojakPun Meninggalkan Pak Supri Dengan Sedikit Kesal. Berkali-kali Ia mengajak Pemuda Dikampung nya Tidak ada Yang Mau Bekerja Dengannya, Yang Membuat Harapannya Sia-sia Belaka Jika Mengajak Pemuda Dikampungnya.


 " Kemudian ia Memutuskan Untuk Mencari Ke Kampung Yang Lain Dan Bertemu lha ia Dengan Seorang Pemuda Kemudian Segera lah ia Tawarkan Pekerjaan Itu, Sekaligus Dengan Memberikan Bonus Jika Pekerjaan itu Telah Selesai.

 'Pemuda Itupun Menyanggupi nya. Kalau Kau Mau, Bersiaplah Karena Pekerjaan itu Harus Selesai Sore Hari. Kata Rojak Kepada Pemuda Itu.


 Segera lah Mereka Berdua Berangkat Ke lokasi Penggalian. Tanpa Menanyakan Pekerjaan Dengan Jelas' ,,

 Si Pemuda Bersama Rojak Pun Berangkat Menuju Lokasi Penggalian. Dalam Hati Si Pemuda ia Membayangkan akan Segera Mendapat kan Rejeki,,,
 Karena Telah Lama Menganggur Dan Segala Usaha nya Selama ini Gagal.


 'Setelah Sampai Dilokasi' Si Pemuda Langsung Disuruh Oleh Rojak Untuk Turun Menggunakan Tambang Yang Diikatkan Pada Roda Penggerak, Rojak Menahannya Dari Atas Sedangkan Si Pemuda Disuruh Turun Ke bawah

, 
Menuruni sumur
 ' Sesampainya Dibawah Si Pemuda Disuruh Menggali Tanah' Dengan Hati Yang Senang Si Pemuda Mulai Menggali Tanah. ' Yang Selanjutnya Ditaruh kan lah Dikeranjang Kemudian Ditarik Keatas Oleh Rojak. 

"  Sembari Menghela Nafas, Si Pemuda Berpikir Apa Yang Sebenarnya Dilakukan nya'.?? 


 Kalaupun Ini Sumur Untuk Apa Ini Kan Ditengah Hutan.?? 

'  Selang Kemudian Si Pemuda Teralihkan Dengan Suara Seakan Mendengar Gemuruh angin Kencang.??

 ' Si Pemuda itupun Langsung Mengerutkan Alis Mata nya Kemudian Menatap Keatas Sembari Berteriak Dari Bawah. Mas',, 

 Tolong Tarik.!! Nampaknya Hujan Akan Segera Turun.

 ' Mana Hujan Turun.!! Cuacanya Terik Begini Sahut', Rojak Dari Atas. 

 Anginnya berhembus Begitu Kencang Mas Dibawah Sini.!! Timpal Si Pemuda Dibawah. 


 Rojak Pun Enggan untuk Menariknya Walaupun Si Pemuda Sudah Masuk Kedalam Keranjang. Hatinya Mulai Gelisah Dan Panik. Tangan Dan Kakinya Pun Gemetaran Terlebih Setelah Mendengar Suara2 Aneh Itu pun Sepertinya Memberikan Ancaman Kepada Si Pemuda di dalam sumur tua itu.

 'Dengan Keterpaksaan Akhirnya Si Pemuda Berusaha Memanjat Keatas Menggunakan Tangannya', Belum Sampai Diatas Si Pemuda Melihat Kebawah Dan Dia Melihat Sesuatu yang Mempercepat Untuk naik ke atas Dari Dalam Sumur Tua. 

 ' Kenapa Kau Naik.!! 'Tanya Rojak Kepada si Pemuda. Mas' Saya Takut... Timpal Si Pemuda.


 Saya Berhenti Bekerja Ajah Mas'. Apa-apaan Ini.!! Sahut Rojak Dengan Nada Sinis.

 "  Iya Mas', Saya Takut Mas.? Jawab Si Pemuda. Takut apa.?? Tanya Rojak Kepada Si Pemuda. Pokoknya Takut Mas', Saya Berhenti Bekerja.


 Tidak Dibayar Juga gak apa2 Mas' ini Terpaksa Mas' Jawab Si Pemuda Kepada Rojak. Dengan Nada Penuh Emosi Rojak Pun Berkata Kepada si Pemuda itu. Bukan Begini Caranya Kau.!! Ini Aku Yang Rugi Tahu.!! Timpal Rojak Kepada Si Pemuda itu. Rugi apa Mas'.


 Saya Tidak Dibayar Gak apa2 Mas' Timpal Si Pemuda.

 Aku Rugi Jika Harus Mencari Tenaga Baru Lagi. Ucap Rojak.!! 

 ' Itu Terserah Mas', Pokoknya Saya Mau Pulang Tidak Dibayar Juga Tidak Apa-apa,? Jawab Si Pemuda Tadi, 'Kemudian Segeralah Si Pemuda Itu Pergi Meninggalkan Sumur Tua Galian Tersebut. 


 Akhirnya Yang Terjadi Rojak Pun Harus Mencari Orang Lain Lagi Yang Mau Menggali Sesuai Dengan Mimpinya itu....

Bersambung Part _2 >>>>>>>>

Friday, 6 January 2023

Penunggu Bekas Pabrik Pemintal Benang Sutra-Part2

Like, comment & subscribe


 Pagi Menjelang Sembari Disambut Bersamaan Dengan Kicauan Burung Yang Saling Bersahut-sahutan. 


 Hari Minggu Yang Cerah Adalah Salah Satu Waktu Yang Ditunggu-tunggu Bagi Karyawan Seperti Aku', Yang Notabennya Hampir Setiap Hari Bangun Pagi Belum Lagi Jalanan Yang Macet Dan Kerjaan 8 Jam Menguras Pikiran. Seperti Halnya Yang Sering Dilakukan Disaat.

 Waktu Libur Tiba' Aku Pun Menikmatinya, Whhhuaahhhh...

 Jam Dinding Kutatap Ternyata Sudah Menunjukkan Pukul 09.00 Dan Akupun Bergegas Bangun Dikarenakan Perut Sudah Keroncongan' Langsung Menuju Dapur, Tak Kuduga Ternyata Stok Mie Dan Telur Sudah Habis' Terpaksa Akupun Harus Keluar Untuk Membeli Diwarung Depan Pintu Masuk Perumahan. 


 Kemudian Aku Pun Keluar Dengan Berjalan Kaki, Karena Jaraknya Tidak lah Terlalu Jauh Dan Hari Libur Sekalian Olahraga. Memang Arah Kewarung Depan Tidaklah Terlalu Jauh Akan Tetapi Harus Melewati Bangunan Bekas Pabrik Yang Terbengkalai Dan Memang Terlihat Jelas Karena Belum Dipasangi Tembok Pembatas Perumahan. 


 Saat Aku Melewati Bangunan Bekas Pabrik Tua Itu' Dan Melihatnya Tiba-tiba Bulu Kuduk Berdiri, Akupun Berpikir Masa Jam Segini Ada....??? Akhhhh.... Akupun Melanjutkan Kearah Warung' Sesampainya Diwarung Aku Pun Melihat Banyak Orang Yang Sedang Makan Disitu.

 Kemudian Kuputuskan, Wah' Sarapannya Disini Ajah Lha Sambil Ngobrol2 Sama Orang-orang Sekitar Sini, Segera lah Ku Pesan Mie Goreng Telor Kepada Si Penjual Untuk Sarapan Pagi. 


 Sembari Menunggu Pesanan, Kudengar Orang-orang Bercerita Bahwa Saat Pembangunan Perumahan Disini Kontraktornya Belum Pernah Melakukan Syukuran' Terlebih Dulunya Daerah Sini Tergolong Angker Semenjak Pabrik Pemintal Benang Sutra Bangkrut. Seketika Itupun Aku Terpikir Mungkin kah Sosok Yang Aku Pernah Jumpai Benar Adanya Seperti Cerita Bahwa Sosok Itu Penunggu Bekas Pabrik Tua Yang Terbengkalai Itu.

 
Pabrik terbengkalai

 Selang Berapa Menit Mie goreng telor pun Matang Dan Siap Disantap, Saat Penjual Mengantarkan Pesanannya Akupun Bertanya Kepada nya'. 

 Bapak Udah Lama Jualannya.?? Lanjut Bapak Menjawab nya',, Ouwh Sejak Pabrik Masih Beroperasi Dek', Emgnya Kenapa Dek, ' Sahut Si Bapak Penjual.. 

 Akupun Menjawab nya ' Ouwh Gak Apa2 Pak,, Aku Soalnya Baru Menghuni Perumahan Disitu Bapak.

 Kemudian Bapak Si Penjual Warung Bertanya Kepada ku'. Adek Tinggal Disitu Sama Siapa' Jawab aku.. Sendiri Bapak. 

 Lalu Bapak Penjual Warung Berpesan Kepadaku Bahwa Kalau Menjelang Magrib Dan Suasana Sedang Mendung Lalu Melihat Sosok Perempuan Berkebaya Hijau Tidak Usah Takut', Itu Penunggu Bekas Pabrik. Kata Bapak Si Penjual',,, 

 Sosok Itu Memang Suka Menampakkan Diri' Dikarenakan Waktu Pembangunan Pertama Perumahan Itu Berdiri Seperti Sekarang ini Belum Pernah Melakukan Syukuran.


 Seketika Itu Akupun Terperanjat Mungkin kah Sosok Yang Aku Jumpai 4 Hari Lalu Adalah Penunggu Bekas Pabrik Pemintalan Benang Sutra Yang Terbengkalai Itu.😰😰😱



* Disclaimer : alur cerita dalam penulisan semua berdasarkan karangan fiksi semata,, apabila ada kesamaan nama tokoh serta tempat kejadian kami dari tim memohon maaf atas ke tidak sengaja yang kami lakukan.

Thursday, 5 January 2023

Jalinan asmara yang kandas

 * Pagi Menjelang ku terbangun dari tempat tidur,,

 Sejenak ku hirup udara pagi ini', indera pendengaran ku pun disambut Suara-suara Para Ibu' Melangkahkan Kakinya Seperti Biasanya Di pagi Hari Mencarikan Sarapan Pagi untuk keluarga mereka di sekitar an daerah tempat tinggal ku...

 " Sebelumnya perkenalkan Saya Sulaiman Ubaidillah' Biasa Disapa Ubai...
Umurku 31 tahun bulan Desember nanti.

'  Jam Sudah Menunjukkan Pukul 6.30,,
 Aku pun beranjak ke arah kamar mandi untuk membersihkan badanku agar lebih terlihat ganteng ... wkwkwk 

  Waktu telah bertengger pada pukul 08.15 , Saatnya Saya Berangkat Menuju Tempat Nongkrong Bersama Teman-temannya ' Yang tak lain adalah warkop yang terletak di jalan Gatot Subroto no 29.

' dengan hati riang seperti hari sebelumnya dia berjalan keluar rumah menuju tempat tongkrongan nya itu..


 Aaai...Jalan Kaki Lagi' Kemana Sepeda Kamu Ubai' Teriak Jamal Salah Satu Sahabatnya..

"  Hallo Sobat'Gua Kira kau Tak Mengenali Temanmu Sendiri' Whahaahaaa... Sambil Tertawa Riang Si Jamal' Sembari Meawarkan segelas kopi nikmat di pagi hari. 



Love story






Sungguh baik kau hari ini keliatannya baru dapat rejeki nomplok Yach..ucap ubai      

' jamal Pun Sontak tertawa wwkwk..." Mereka Berdua pun duduk di warung kopi tersebut..

 Cihuuyyy' Masih Pagi Lho Ini Kawan'. Memang Melissa Dan Saya Telah Menjalin hubungan asmara ,,Sosok Melissa Cukup Menarik Bagi Sebagian Anak-anak yang sering nongkrong karena dia memang pemilik warkop Ini'. Melissa Orangnya Supel' Pintar' Dan Mempunyai Senyuman Manis 🥰.


 Singkat Cerita' ,,Ada Anak Baru Pindahan Dari Kalimantan,Ruslan namanya' Dia Pindah Karena Ikut Mamahnya Yang Telah Bercerai Dan Sekarang tinggal Di daerah sini Juga. Selang Beberapa Hari Si ruslan terlihat sering juga berkunjung ke warkop'  Gelagat Mencurigakan sudah Mulai Terlihat Jelas. 


 Melissa Yang Dulu' Sering Melemparkan Senyuman Ke Saya' Sekarang Lebih Sering Cuek Dan Jauh Dari Melissa Yang Biasanya. Dalam Hatiku Bertanya' Apa Ada Yang Salah Dengan Perilaku' Ku,, 

 Dalam Hatiku Timbul Pertanyaan Itu. tanpa Pikir Panjang Akhirnya Kuputuskan Bercerita Kepada Si Jamal sahabatku yang selalu menemani saat di warkop milik Melissa.. 

 Saat melihat jamal hendak masuk ke warkop ' Kemudian kita tarik tangan nya untuk Berbincang Diparkiran' Tanpa Sepengetahuan Melissa. 

"  Jamal' Gua Mau Cerita Nih Dikit Ma Kamu'...Sahut Jamal ' Ya Kamu Mau2 Cerita Apaan Ubai. Begini Jamal' Gua Merasa Sekarang Ini Melissa Keliatan Sedikit Aneh'Ucap Ubai Ke Jamal... Aneh Kenapa ' Kamu Kan Pacaran Kok Malah Nanyain Ke Gua Sih' Ubai Jawab Si Jamal. 

 Gua Emg' Pacaran Sama Melissa Jamal,,,Tapi Kan Kalo kita lagi nongkrong ajh ',,Diluar Kan Gua Belum Pernah jalan bareng Jamal.

 Kamu Tau Sendiri Keluarga nya Melissa Begitu Ketat nya' Kan Jamal. Y Gua Tau' Ubai... lha Trus Maksud Kamu Melissa Aneh Tuh Kenapa' Tanya Si Jamal.

 Begini Jamal' Kamu Kan Deket Rumahnya Sama Melissa Kan',,Gua Minta Tolong Diliatin' Di rumah nya Melissa Seperti Apa' Jamal. 
 
 Ouwh' Kamu Mau Gua Jadi Intel Nih Cerita nya'..
"Sembari Jamal Tertawa Whahahaha...

 Setelah Perbincangan Saya Dan Jamal' Akhirnya Jamal Mencari Informasi Di sekitaran daerah rumah Melissa.

 Menjelang Sore' Mata Jamal Terbelalak Melihat Sosok Yang Keluar' Serta Melissa Berduaan berboncengan Mengendarai Sepeda Motor keluar dari halaman.

 Ke'esokan Harinya Jamal Pun Bergegas Mencari ku di rumah... Sambil Terengah-engah'Jamal Menghampiri ku Yang masih di dalam Kamar Mandi.

" Dok dok dodddokk... cepet an keluar ada berita buruk buat lu.. teriak jamal dari depan pintu kamar mandi.

 Ubai' Gua Punya Berita Buruk Buat loe'..Berita Buruk Apa Jamal' Sahut Ubaidillah dari dalam kamar mandinya.

" Berita Buruk' Ini Benar-benar Berita Buruk Buat Kamu Ubai',,Ya Berita Buruk Apa Jamal' Timpal Ubai' S embari Ditendang pintu kamar mandinya karena mengganggu dia sedang mandi.

'  Begini Ubai' Gua Kasih Tau Kamu Informasi Yang Udah Gua Dapetin Dan Ini Gua Liat Dengan Mata Kepala Sendiri. 

" Kemudian selesai mandi dia pun keluar....ada apa sebenarnya teriak teriak berita buruk berita buruk apaan ' ucap ubai ke Jamal.

 Prasangka Kamu Ke Melissa Ternyata Benar Ubai.. 'Y Kenapa Jamal' Sahut Si Ubai Ke Jamal... 

 Ternyata Melissa Kenapa Sekarang Terlihat Aneh' ... Tapi Kamu Jangan Marah Nanti Kalau Gua Kasih Tau. Enggak Jamal Slow Ajah' Timpal Ubai.,

            'Informasi Yang Gua Dapetin' Dan Gua Ngeliat Ama Mata Kepala Gua Sendiri' Ternyata Melissa Mau Dinikahkan ',, Dan Kamu Tau Siapa Orangnya..?? Timpal Ubai 

 Dengan Setengah Hati ' Jamal Pun Memberi Tau Siapa Orangnya Kepada Ubaidillah.

'  Si Ruslan' ,, Ruslan Orangnya Yang Mau Dinikahkan sama Melissa,,,Ubai Pun Terbelalak' memandang dengan tatapan kosong..
 
 Dia pun Bahkan Tak Percaya Dengan Ucapan yang keluar dari mulut Jamal. 

 " Segeralah Berlarian Kecil Ubai' Menuju Ke kelas Memastikan Semua Ucapan Jamal Benar Adanya menuju ke warkop milik Melissa.

 'Bagai Mendung Tanpa Hujan' Ubai pun Menanyakan Hal Serupa Kepada Melissa..

 Melissa Pun Menjawab',, Sembari Menahan Perasaan nya Kepada Ubai' 
Yang Sekian Lama Menjalani Hubungan di warkop miliknya itu...

'Melissa lantas Berujar Kepada Ubaidillah' Semuanya Ini Dilakukan Bukan Kemauanku Melainkan Desakan Dari Orang Tua Ku"...

 " Ubai Pun Menimpali Ucapannya Melissa'.. Mel' Apakah Tidak Ada Jalan Lain',,, Kita Kan Sudah Lama Menjalin Hubungan Ini. Bagaimana dengan perasaan ku selama ini kepadamu mel..??? 

 'Melissa Pun' Menjawab... Tidak Ubai' Itu Bukan kemauan ku,,, 

 "Ak Bukan nya Tidak Sayang Kamu' Tapi Ini Demi Kebaikan Ke-dua Orang Tua Ku Juga.

  Ubai Pun' Berkata....Kebaikan Seperti Apa Melissa...??

  'Melissa kemudian Memeberikan penjelasan' Bahwa Selama ini Kedua nya Sudah Dijodohkan Sedari Sebelum Mereka Lahir. Karena Ke-dua Orang Tua Melissa Maupun Ruslan Pernah Bekerja Bersama Di Kalimantan',, Dan Mereka Pun Memutuskan Jika Kelak Punya Keturunan Akan Mereka Jodohkan.

 Mendengar Penjelasan Dari Melissa' Ubai Pun Pasrah,,Mungkin Ini Jalan Yang Harus Mereka Tempuh' Setelah Menjalani Hubungan Selama 2 Tahun. 

 "Baiklah Melissa' Jika Itu Memang Kehendak Yang Diatas.. Aku Terima' Namun Dari Hati ku' Semua Yang Telah Kita Jalani Bersama Di warkop ini ,,, Akan Aku Kenang Terus Melissa. '

 Melissa Lalu Menimpali nya' Akupun Juga Sama Ubai,,Sampai Kapanpun Kamu Pernah Singgah Di hati ku.. 

 ' Dengan Senyuman Manis Yang Beberapa Hari Ini Tak Terlihat',,,
Melissa Pun Tersenyum Kepada Ubai Sembari Memegang Tangan Ubai.. Maafkan Aku Ubaidillah'... Ini sudah menjadi jalan takdirku.
 
 "Dengan Perasaan luluh lantah bagai perahu dihantam ombak besar  serta' Mendung Tanpa Hujan pun Akhirnya ubai Tersenyum Juga',, Akan Tetapi Melissa' Sebelum Kamu menikah dengan Ruslan,, 

 " Aku Ingin Kamu Seperti Biasanya' Itu Permintaan ku.. 
Agar teman-teman yang lainnya tidak berprasangka buruk tentang mu Melissa...
 
"Melissa Pun Mengiyakannya',, mengangguk sembari tersenyum memandangi raut wajah Ubaidilah.



* Cerita Dan Tempat Kejadian' Sudah Dibuat Sedemikian Rupa',, Jika Ada Kesamaan Itu Tidak Disengaja.
 
Terimakasih Banyak,,Lanjut Part Cerita lain di episode selanjutnya 🎊🎊🔜


 

Terima kasih banyak atas partisipasinya, kami tunggu saran, kritik dan masukannya kepada tim agar ke depannya kami dapat menyajikan berita-berita lainnya dengan lebih baik lagi 🥳🎉🎊.... 

Tuesday, 3 January 2023

Penunggu Pabrik Bekas Pemintal Benang Sutra

Like, comment & subscribe


* Disclaimer  : Apabila Terdapat Nama, Tempat Kejadian Ataupun Cerita Yang Bersamaan Hanyalah Sebuah Kebetulan Belaka Karena Semua Dalam Cerita ini Adalah karangan fiksi.


*  Diwaktu Sore Menjelang' Suasana Disekitarnya Terasa Dingin Dan langit pun Berselimut kan Mendung.Angin Berhembus Saling Barsautan' Sesekali Terdengar Gemuruh Langit Layaknya Hujan Akan Turun Dengan Lebatnya.


 Oya' Perkenalkan Aku Adalah Seorang Karyawan Disalah Satu Perusahaan Ternama Dan Sekarang Saya Tinggal Di Perumahan Yang Sedang Dalam Pembangunan',,,

 Dikarenakan Hunian Tidak Terlalu Jauh Dengan Jalan Raya Terlebih Ada Potongan Harga Sangat Cocok Buat Karyawan Seperti Saya Ini. 

 ' Sementara Jauh Disebrang Jalanan Yang Sepi' Terlihat Sosok Seorang Perempuan Paruh Baya Sendirian Yang Seperti Sedang Menunggu Seseorang',,

 Dia Berdiri Sambil Menggunakan Payung' Dengan Berpakaian Kebaya Warna Hijau. 

 Dan Disaat Tiba-tiba Terdengar Guntur Yang Sangat Menggelegar' 

 " Jedwwarrr....'!!!!

 ' Pandangan Ku Saat Itu Juga Teralihkan Karena Sungguh Menyeramkan Suara Guntur Sampai Membuat ku Kaget Setengah Mati. 


 Kemudian Aku Pun Memutuskan Masuk Kedalam Teras Karena Dirasa Dihalaman Depan Agak Menyeramkan' 

 ' Sangat Tidak Masuk Diakal, Setelah Sampai Diteras Dan Akupun Kembali Untuk Memperhatikan Sosok Perempuan Paruh Baya Yang Tadi Di Sebrang Jalanan Sudah Tidak ada Disana',,

 Sungguh Sangat Membuat ku Penasaran Sekali, Padahal Saat Terdengar Suara Guntur Tadi, Dan Aku Berpindah Dari posisi Halaman Ke Teras Rumah Hanya Berjarak 4 langkah'.


 Yang Membuat Ku Merasa Sedikit Ada Yang Aneh' Sosok Perempuan Yang Tadi Disebrang Jalan Sudah Tidak Ada Lagi',

 ' Dan Entah Kemana Perginya, Seakan Hilang Bersamaan Dengan Gemuruh Guntur Yang Tadi Terdengar Sangat Menegangkan'.


 Sejenak Ku Terdiam Kemudian Terlintas Dikepala Kemana Sosok Perempuan Tersebut Padahal Ditempat Tersebut Tidak Ada Rumah Bahkan Pepohonan' 
  Hanya Tanah Kosong Yang Akan Dibangun Untuk Perumahan...


 Hawa Dingin Pun Seakan Tiba-tiba Menusuk Tulang' ,,

 ' Dan Akupun Segera Memutuskan Lebih Baik Masuk Kedalam Rumah, Karenanya Waktu Sudah Menjelang Magrib.

' Ckreeekk.....

 " Pintu Rumah Aku Tutup Kemudian Satu Persatu Lampu Rumah Pun Aku Nyalakan', Jam Menunjukkan Pukul 18.00  

 ' Akupun Terdiam Memandangi Jam Dinding Dan Kemudian Teringat Bahwa Didaerah Sekitar Sini Dulunya Tanah Kosong Semua Sebelum Didirikannya Perumahan Seperti Sekarang ini, ,,
 
" Seketika itu pun Hujan Turun Dengan Derasnya disertai petir...


 Memang Benar Daerah Yang Aku Tinggali Saat ini Rencana Akan Dijadikan Perumahan, Dan Memang Saat ini Masih Sedikit Bangunan Yang Sudah Berdiri Mungkin Berkisar 25 Rumah Itupun Yang Benar-benar Sudah ada Penghuninya Hanya 10, 

 Namun Terdapat Bangunan Lama Paling Ujung Langsung Berbatasan Dengan Perumahan Yang Belum Diberi Tembok Pembatas',,


 Konon Katanya Para Pekerja Perumahan Yang Mayoritas Orang-orang Daerah Sekitar Sini' Dulunya Bangunan Itu Bekas Pabrik Pemintalan Benang Sutra Namun Sudah Lama Tutup Dan Terbengkalai Dikarenakan Pemiliknya Meninggal Dan Disemayamkan Didalam Pabrik',,,

 "Setelah Kematian Pemiliknya Para Pekerja Pabrikpun Mulai Satu Persatu Diberhentikan' Dikarenakan Usahanya Sudah Menurun, Terlebih Setelah Sepeninggal Suaminya Sipemilik Pabrik Tersebut',, 

 "istrinya Jadi Sering Bertingkah aneh, Bahkan Para Pekerja Sering Melihat Istri Dari si Pemilik Pabrik Tersebut Sering Berdiri Menggunakan Kebaya Warna Hijau Sembari Seperti Sedang Menunggu Seseorang.


' Singkat Cerita Produksi Pabrik Pun Dihentikan Karena Bangkrut Dan Istri Dari si Pemilik Pabrik Pun Mulai Sakit Keras' Kemudian Meninggal Dan Dimakamkan Disamping Suami nya Didalam Bekas Pabrik Tersebut.

 
Bekas pabrik
 
' Namun Dari Cerita Penduduk Kampung Yang Dulunya Adalah Para Pekerja Pabrik, Mereka Masih Sesekali Melihat Perempuan Berdiri Didepan Pabrik Seperti Sedang Menunggu Seseorang. 


 Kemudian Daripada Aku Memikirkan Yang Terkesan Tidak Masuk Akal', Akupun Memutuskan Untuk Beristirahat Sambil Menonton Televisi.

 ' Tak Terasa Sembari Menikmati Acara Televisi Jam Sudah Menunjukkan Hampir Tengah Malam', Kemudian Akupun Beranjak Lagi Keluar Untuk Mengunci Pagar Depan',,

 Karena Memang Daerah Sini Masih Sangat Sepi Penghuni Dan Berjarak Cukup Jauh Dari Kampung Terdekat. 


 Disaat Hendak Mengunci Pintu Pagar Depan' Sungguh Lah Sangat Membuatku Terkejut,,,
   Bahkan Rasa Nyeri Disetiap Sendi2 Kaki' Apa Yang Aku Lihat Didepan Pagar Sosok Perempuan Yang Tadi Sore Berdiri Disebrang Jalan,,

 Tiba-tiba Berdiri Didepan Pagar Rumahku' Dengan Raut Wajah Pucat Dan Masih Memegangi Payung Menggunakan Kebaya Hijau Menatap Kearahku',,

 ' Tak Kuasa Menahan Diri Akhirnya Akupun Jatuh Tak Sadar kan Diri. 


 Tak Selang Berapa Lama' Datang Pak Ustman Yang Memang Bekerja Sebagai Security Melihat ku Pingsan Dihalaman Depan Dan Langsung Menolongku Dibawa Ke Kursi Panjang Yang Terdapat Diteras Depan,,

" Setelah Berapa Menit Tak Sadar kan Diri Akhirnya Aku pun Terbangun Dan Seperti Orang Sedang Kebingungan' Kenapa Aku Disini Dan Mengapa Ada Pak Ustman Juga.

' Lalu Pak Ustman Menjelaskan Bahwa Melihat ku Sudah Tak Sadar kan Diri Dihalaman Rumah Dan Dia Langsung Membopongku Ke kursi Panjang'.

 Tanpa Banyak Tanya Akupun Berterimakasih Ke Pak Ustman Bahwa Sudah Menolong ku Dan Diapun Pamit Untuk Bekerja Kembali 

 ' Karena Sosok Pak Ustman Memang Dari Awal Berdirinya Perumahan Disini, Pak Ustman Lha Yang Dipercaya untuk Menjadi Security.


 Semenjak Saat Itu Akupun Mulai Tidak Berani Keluar Malam Jika Habis Hujan Karena Memang Daerahnya Masih Sangat lah Sepi Dan Belum Banyak penghuninya.


 * Bersambung Part _2 >>>>>>>>>



 ° Penulis : Dinifreelance'11