Monday, 6 January 2020

Beberapa Resep jamu traditional

 "Jika kita melihat mengenai perkembangan di zaman sekarang ini, untuk mencari penjual jamu traditional atau jamu gendong pun agak susah menemui nya dikarenakan di zaman sekarang sudah banyak penjual-penjual jamu instant atau berbentuk kemasan (obat)," Kali saya akan mengulas mengenai resep jamu-jamu traditional yang mungkin bisa kawan-kawan dicoba atau sekedar tahu bahwa jamu traditional tidak kalah dari jamu zaman sekarang'.

 Nah' Berikut ini beberapa resep jamu traditional yang masih seeing digunakan oleh para orang tua doloe. 


# jamu nya orang yang kena reumatik ( encok) 




Bahan-bahannya adalah :
- 3 siung jahe yang diparut Dan direndam bersama larutan spirtus yang di masukan ke botol.
Cara pemakaian : apabila akan tidur bisa di paramkan atau dibalurkan ke bagian yang terasa sakit, hal ini dilakukan setiap hendak akan tidur. 

# jamu nya orang yang buang air kecil kurang lancar


Bahan-bahannya :
- 2 lembar daun pacar
- 1 potong adas pulowaras
Cara pemakaian nya : kedua bahan tersebut dipipis atau ditumbuk halus, kemudian di oleskan pada perut bagian bawah Dan diamkan selama 15 menit. lakukan setiap hendak akan tidur. 

 Baca juga : Lulur traditional

# jamu nya anak kecil yang susah makan

Bahan-bahannya :
- 2 biji jinten Putin
- 3 biji padi
- 1 tangkai Bung taken
- 1 potong manis jangan
- 2 mawar kelapa Bakar
- 2 lanjar akar simbukan
- 1 potong mesoji
- 4 biji pala
- 2 biji cabe yang sudah dikeringkan
- 2 potong temulawak
- 2 siung bawang merah
- 2 lanjar akar tapak liman
- 2 lanjar akar simbukan
- 1 potong jahe



Cara penggunaannya yaitu :
Semua bahan tersebut ditumbuk sampai halus Kemudian campur dengan air Dan menggunakan media kain untuk dicekokkan kepada anak yang susah makan. 



  1. Nah itu beberapa resep jamu traditional yang mungkin sampai sekarang masih sering digunakan para orang tua doloe',. Namun kita Kembalikan kepada masing-masing individu bahwa semua jenis atau bahannya dari mana jika belum diberi kesembuhan sama saja," Akan tetapi lebih baiknya mencegah daridapa mengobati.